Jumat, 11 Juni 2010

anak & media



Anak & media :avatar vs teletubbies???

Pasti uda pernah nonton film avatar si botak Eeng itu kan(sekarang ada komiknya juga)???atau uda pernah liat tinky winky,dippsy,lala,poo(berpelukan…)..hehe…masing-masing crita itu ada kelebihan ma kekurangannya kalo dinilai dari sudut pandang dunia psikologi anak..cek deh list dibawah ini..

Data umum

Jenis:komik

Judul:avatar

Jenis:film

Judul:teletubbies

Penyampaian content

Komik full warna

Film berdurasi singkat

content

Bercerita mengenai Eeng yang membantu temannya mengembalikan kejayaan negeri air dari serbuan negeri api

Bercerita mengenai teletubbies yang saling makan kue tabby dan membuat pudding,serta menceritakan kesibukan anak-anak kecil(bersekolah,bermain,mencuci mainan)

Tujuan/pelajaran yang bisa diambil

Kekerabatan dan sikap solidaritas antara Eeng dengan teman-temanya demi menyelamatkan kejayaan negeri air

· Sikap pantang menyerah dari tinky winky yang berhasil menuruni jalan,dipsy yang mengelilingi rumah tubby,lala yang berhasil melempar bola dan poo yang menaiki bukit dengan scooternya.

· Kebersamaan antar teletubbies(berpelukan..)

· Kebersihan dan cooperation.

Sasaran pembaca/penonton

Lebih cocok untuk anak berusia 12tahun-15tahunan(usia SMP-SMA) dan berjenis kelamin laki-laki karena berisi perkelahian saja.

Cocok untuk usia 4tahun-6tahun(usia anak-anak awal) dan berjenis kelamin baik laki-laki maupun perempuan karena tidak ada perbedaan gender disini

Pengemasan media

· Kelebihan:full colour sehingga tidak membosankan dalam membaca isi komik,bahasa lugas dan jelas jadi mudah dipahami

· Kelemahan:banyak pertarungannya,jadi mengajarkan si pembaca untuk berantem mulu,apalagi dibaca anak kecil(bisa memotivasi untuk mukul temannya tar dikelas)

· Kelebihan:full colour dan durasi cukup singkat lah,sesuai umur yang ditarget,crita bervariasi dan banyak mengandung motivasi pengajaran bagi anak kita kelak

· Kekurangan:ada yang bilang film ini mengajarin anak kita buat jadi lesbi to homo,itu dikarenakan jenis gendernya gag jelas..mana yang cew mana yang cow..

Teori yang relevan

Kenneth dodhe berpendapat bahwa anak-anak melampaui lima tahap dalam memproses informasi tentang dunia social mereka:membaca kode,menginterpretasikan,mencari satu respons,memilih suatu respons yang optimal dan bertindak. Kode2 pertarungan yang ada dalam avatar ini akan didinterpretasikan anak2 dengan kekerasan atau agresi untuk mencari respon yang sesuai menurut kognisi mereka lalu bertindak sesuai pengajaran yang ada di komik avatar tersebut seperti pertarungan untuk solidaritas yang memicu tawuran,etc.

· Menurut piaget dalam tahap praoperasionalnya. Anak pada tahap ini mulai membentuk konsep mengenai relasi,kerjasama dan motivasi pribadi.

· Rubin & sloman mengatakan bahwa anak dapat diajarkan dalam bersosialisasi dengan sebayanya,dapat melalui media film seperti teletubbies ini.

Analisis dari kedua media:masing-masing baik dari media film maupun komik diatas memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing karena target sasaran juga berbeda. Baik dari avatar yang penuh sensasi pertarungan yang mungkin akan mengajarkan kepada anak – anak mengenai bertarung,maupun dari teletubbies yang dikemas sangat lucu dan cocok untuk balita dengan efek-efek yang sudah sesuai.

Opinion:saya lebih menyukai film teletubbies sih..secara lucu,gag butuh mikir untuk nontonya,adek-adek saya lebih aman dalam menontonnya dan motivasinya lebih banyak dari komik avatar. Dalam komik avatar itu banyak pertarungannya,ditakutkan anak yang ngebacanya bakalan kena imbas negatifnya daripada positifnya si Eeng ini tadi.

Pengaruh relasi teman sebaya


Pengaruh relasi teman sebaya

· Pada masa anak-anak awal

* Fungsi teman sebaya

à Teman sebaya ialah anak – anak yang tingkat usia dan kematangannya kurang lebih sama.

à Salah satu fungsi kelompok teman sebaya yang paling penting ialah menyediakan suatu sumber informasi dan perbandingan tentang dunia di luar keluarga

à Relasi yang buruk di antara teman-teman sebaya pada masa anak-anak diasosiasikan dengan suatu kecenderungan untuk putus sekolah dan perilaku nakal pada masa remaja

à Relasi yang harmonis di antara teman-teman sebaya pada masa remaja diasosiasikan dengan kesehatan mental yang positif pada tengah baya.

* Dunia orang tua-anak dan relasi teman sebaya yang berbeda tetapi terkoordinasi

à Relasi orang tua-anak berfungsi sebagai landasan emosional untuk menjelajahi dan menikmati relasi teman sebaya.

à Orang tua dapat memperagakan kepada anak mereka cara berelasi dengan teman – teman sebayanya. Misalnya orang tua memberitahu anaknya bagaimana menengahi pertengkaran atau bagaimana agar tidak malu terhadap orang lain.

à Aspek kunci relasi teman sebaya dapat ditelusuri pada keputusan gaya hidup dasar oleh orang tua.

· Pada masa anak-anak tengah dan akhir

* Popularitas,penolakan,dan pengabaian teman sebaya

à Anak-anak yang member paling banyak bantuan,mendengarkan dengan baik anak-anak lain anak-anak lain dan memelihara jalur komunikasi yang terbuka,menjadi diri sendiri,gembira,memperlihatkan antusiasme dan perhatian kepada orang lain , serta percaya diri , tetapi tidak sombong adalah cirri –ciri yang membantu anak-anak dengan baik dalam pencarian popularitas di antara teman sebaya

à Anak – anak yang popular cenderung berkomunikasi secara lebih jelas,dapat menarik perhatian dan lebih memelihara percakapan dengan teman-teman sebaya dibandingkan dengan anak-anak yang tidak popular.

à Dua tipe anak – anak yang tidak popular di mata teman sebaya mereka: anak yang diabaikan dan anak yang ditolak.

à Anak yang diabaikan menerima sedikit perhatian dari teman-teman sebaya mereka,tetapi tidak berarti mereka tidak disukai oleh teman-teman sebaya mereka

à Anak – anak yang ditolak adalah anak-anak yang tidak disukai oleh teman-teman sebaya mereka. Mereka cenderung lebih bersifat mengganggu dan agresif dibandingkan anak – anak yang diabaikan. Anak – anak yang ditolak seringkali mengalami masalah penyesuaian diri yang lebih serius di kemudian hari dalam kehidupan dibanding anak yang diabaikan.

* Kognisi social

à Kognisi social anak-anak tentang teman – teman sebaya mereka juga menjadi semakin penting ntuk memahami hubungan teman sebaya pada masa pertengahan dan akhir anak-anak.

à Kenneth dodge berpendapat bahwa anak-anak melampaui lima tahap dalam meproses informasi tentang dunia social mereka: membaca kode/sandi isyarat-isyarat social , menginterpretasikan,mencari suatu respons,memilih suatu respons yang optimal dan bertindak.

à Pengetahuan social juga dilibatkan dalam kemampuan anak-anak agar dapat akrab dengan teman – teman sebayanya.

* Sahabat

à Enam fungsi persahabatan: kawan,pendorong,dukungan fisik,dukungan ego,perbandingan social , dan keakraban atau afeksi.

à Dua karakteristik sahabat yang paling umum ialah intimacy dan similarity.

à Intimacy didefinisikan sebagai penyingkapan diri dan berbagi pemikiran pribadi.

Sabtu, 29 Mei 2010

perkembangan gender



Perkembangan gender

· Perkembangan gender dapat dipengaruhi oleh pola asuh orang tua:

o Dibeberapa Negara bayi laki-laki lebih diinginkan daripada bayi perempuan.

o Ayah dan ibu memiliki peran psikologis sama penting dalam perkembangan gender anak.

o Kebanyakan orang tua mendorong kegiatan dan bentuk permainan yang berbeda terhadap laki-laki dan perempuan.

· Perkembangan gender juga dapat dipengaruhi oleh teman sebaya :

o Dapat dilatih dalam sekolah yang berbasis gender.

o Anak perempuan tomboy biasanya bisa mengikuti aktivitas kelompok anak laki-laki tanpa kehilangan statusnya dikelompok anak perempuan , sedang anak laki-laki tidak seperti itu.

o Tuntutan untuk beridentitas gender sesuai jenis kelamin semakin meningkat pada usia remaja.

· Teori terkait perkembangan gender

o Teori psikoanalisis

Menyebutkan bahwa ketertarikan seksual terhadap orang dengan jenis kelamin yang berlawanan sudah muncul pada usia 3-5 tahun yang dinamakan odipus complex. Identifikasi terhadap orang tua dengan jenis kelamin sama dengan usia sekitar 5-6tahun. Hasilnya ialah perilaku sama dengan orang tua berjenis kelamin sama dengan anak.

o Teori kognitif social

Reward dan punishment terhadap perilaku yang sesuai / tidak sesuai dengan gendernya oleh dewasa dan teman sebaya= observe dan imitasi terhadap model tentang perilaku maskulin dan feminine.

· Klasifikasi peran gender

o Androgini : karakteristik feminism dan maskulin dalam individu.

o Individu androgini lebih fleksibel , sehat mental dan kompeten daripada individu maskulin atau feminine.

o Androgini lebih mudah di ajarkan sebelum anak masuk smp.

· Peran gender dalam sekolah:

o Beberapa hal yang diperhitungkan dalam bias gender disekolah:

1. Kepatuhan , mengikuti aktivitas , rapid an teratur

2. Mayoritas guru sd adalah perempuan

3. Anak laki-laki lebih mungkin mengalami kesulitan belajar dan perilaku bermasalah daripada anak perempuan

4. Anak laki-laki lebih mungkin mendapatkan nilai rendah dan tidak naik kelas.

5. Pendidikan pada gender yang sejenis.

· Gender dan media

o Media terutama televise , cetak dan lain-lain.

o Laki-laki degambarkan lebih kompeten , sebagai pekerja , status lebih tinggi dan keragaman pekerjaan lebih banyak

o Perempuan sebagai ibu rumah angga romantic, lebih memperhatikan penampilan , kencan dan belanja.

Rabu, 12 Mei 2010

perkembangan diri dan konsep diri anak


Perkembangan diri dan konsep diri

· Anak-anak awal

Menjelang akhir tahun kedua kehidupan anak-anak mengembangkan suatu rasa diri(a sense of self). Selama masa awal anak – anak , terjadi beberapa perkembangan penting dalam diri. Di antara perkembangan ini ialah menghadapi isu prakarsa versus rasa bersalah dan peningkatan pemahaman diri.

§ Prakarsa vs rasa bersalah

Hingga saat ini anak-anak telah yakin bahwa mereka adalah diri mereka sendiri yang selama masa awal anak-anak mereka harus menemukan menjadi apa mereka kelak. Anak – anak di tahap ini mulai melakukan proses identifikasi dengan orang tua mereka dan mengembangkan ketrampilan perceptual,motorik,kognitif dan bahasa untuk melakukan sesuatu.

Kemudian ada yang dinamakan prakarsa:digunakan untuk peralihan dunia anak-anak ke suatu dunia social yang lebih luas dan pengaturan utama prakarsa ialah kata hati(conscience). Anak –anak pada tahap ini sudah mengembangkan pengawasan diri dan mendengar suara batin mereka. Anak –anak meninggalkan tahap ini dengan suatu rasa prakarsa yang melampaui rasa bersalah sangant bergantung pada bagaimana orang tua tanggap terhadap kegiatan – kegiatan yang mereka prakarsai sendiri. Prakarsa juga didukung bila orang tua menjawab pertanyaan anak – anak mereka dan tidak mencemooh atau menghambat kegiatan fantasia tau permainan. Sebaliknya , bila anak dibuat merasa bahwa kegiatan motorik mereka jelek,bahwa pertanyaan mereka mengganggu dan bahwa permainan mereka adalah konyol dan bodoh , maka anak seringkali mengembangkan suatu rasa bersalah atas kegiatan yang mereka prakarsai sendiri yang dapat berlangsung terus hingga tahap kehidupan selanjutnya.

§ Pemahaman diri

Ialah representasi kognitif diri anak , bahan dan isi konsep diri anak. Misalnya , seorang anak perempuan berusia 5 tahun memahami bahwa ia adalah seorang perempuan,berambut hitam , suka mengendarai sepedanya,memiliki seorang teman dan seorang perenang. Pemahaman diri seorang anak didasarkan atas berbagai peran dan kategori keanggotann yang mendefinisikan siapa anak itu. Walaupun bukan keseluruhan identitas pribadi , pemahaman diri member tian pondasi rasionalnya.

Awal pemahaman diri yang belum sempurna itu dimulai dengan pengakuan diri, yang berlangsung kira-kira pada usia 18 bulan. Pada masa awal anak-anak , anak – anak biasanya memahami diri dari sudut pandang fisik.

Disini juga terdapat dimensi aktif yang merupakan suatu komponen pokok diri pada masa awal anak-anak.

· Anak – anak tengah dan akhir

§ Perkembangan pemahaman diri

Pemahaman diri berubh secara pesat dari mendefinisikan diri melalui karakteristik eksternal menjadi mendefinisikan diri melalui karakteristik internal. Anak – anak tidak hannya menyadari perbedaan – perbedaan antara keadaan – keadaan dalam dan luar, tetapi juga lebih cenderung mencakup keadaan dalam yang subjektif dalam definisi mereka tentang diri sendiri. Di tahap ini anak sudah mengembangkan aspek – aspek social dan perbandingan social.

§ Peran pengambilan perspektif dalam pemahaman diri

Ialah kemampuan untuk mengambil perspektif orang lain dan memahami pemikiran dan perasaan – perasaannya.

§ Harga diri dan konsep diri

Harga diri ialah dimensi evaluative global dari diri. Harga diri juga diacu sebagai nilai diri atau citra diri. Konsep diri mengacu pada evaluasi bidang spesifik dari diri sendiri. Yang mempengaruhi konsep diri anak antara lain:relasi orang tua dan anak,keluarga,teman sebaya dan sekolah.

§ Peningkatan harga diri anak – anak

Harga diri anak – anak dapat ditingkatkan dengan empat cara berikut: pengidentifikasian sebab – sebab rendahnya harga diri dan bidang – bidang kompetensi yang penting bagi diri , dukungan emosional dan persetujuan social prestasi dan menghadapi masalah.

§ Tekun vs rendah diri(industry vs inferiority)

Anak – anak menjadi tertarik pada bagaimana sesuatu diciptakan dan bagaimana sesuatu bekerja. Bila anak – anak didorong dalam upaya mereka untuk berbuat , membangun , serta bekerja , maka rasa tekun mereka akan meningkat. Akan tetapi , orang tua yang melihat upaya anak – anak mereka dalam membuat sesuatu sebagai “kacau” atau “berantakan” dapat mendorong perkembangan rasa rendah diri pada anak – anak.


Selasa, 11 Mei 2010

perkembangan emosi anak


Perkembangan emosi

· Emosi adalah perasaan atau afeksi yang timbul ketika seseorang sedang berada dalam suatu keadaan atau suatu interaksi yang dianggap penting olehnya.

· Emosi dibagi 2,yaitu emosi spesifik(contohnya rasa marah,senang,bahagia) dan emosi tak spesifik(merupakan perasaan hampa atau gabungan dari berbagai macam emosi yang ada).

· Emosi menurut intensitasnya dibagi menjadi 2,yaitu emosi yang lemah(contohnya ialah ketika kita merasa senang ,tetapi senang yang gag senang – senang amat) dan emosi yang kuat(contohnya ialah senang yang memuncak)

· Emosi diklasifikasikan menjadi 2,yaitu emosi positif(berupa rasa bahagia,terharu,senang) dan emosi negative(berupa rasa marah,jengkel dan sedih).

· Perkembangan emosi part I

Ø Emosi dipengaruhi oleh biologis , namun biologis hanya sebagai bagian dari emosi.

Ø Untuk memahami kapan , dimana dan bagaimana emosi diekspresikan , harus memahami budaya yang berlaku.

Ø Biologi membuat manusia menjadi makhluk emosional, tetapi perkembangan emosi dipengaruhi oleh keterikatan terhadap budaya dan hubungan dengan orang lain.

· Konsep perkembangan emosi

Ø Pengaturan emosi(emotional regulation):harus diajarkan dari kecil.

ü Berasal dari sumber daya eksternal ke internal. Maksudnya ialah sia anak belajar emosi dari copying orang tua lalu dimanifestasikan ke dalam dirinya.

ü Strategi kognitif(berpikir positif tentang situasi, pengalihan atensi/pengaturan emosi sesuai dengan keinginan kita). Contohnya misalnya tindakan tidak ingin bertemu/menghindari orang yang sedang kita sebelin.

ü Rangsangan emosi/emotional arousal ada ketika emosi kita mereda.

ü Memilih dan mengatur konteks hubungan.

ü Coping terhadap stress pada anak – anak belum menguasai teknik ini,kemudian dapat dilampiaskan dalam bentuk agresif,melamun dan cari perhatian.

ü Emotional regulation tergantung juga dari peran orang tua dalam mengatur emosi keseharian.

ü Terdapat emotional coaching:

v Memonitor:orang tua yang sudah tau jika anaknya memiliki emosi negative saat keinginan tak tercapai.

v Melatih:orang tua mengajarkan kepada anak kapan harus marah yang pas dan kapan harus memendam marahnya.

v Scaffolding:jika dirasa si anak sudah mencapai target yang diinginkan orang tua,maka orang tua dapat merubah tingkat dukungannya tersebut.

ü Terdapat emotional dismissing(menolak,mengabaikan,mengubah):misalnya anak cowok dianggap ndak pantas / malu-maluin kalau nangis,lha si orang tua ini langsung mengajak si anak untuk main kesuatu tempat yang disukai si anak agar si anak berhenti menangis tanpa menanyakan apakah si anak suka atau tidak.

Ø Emotional competence

ü Agar bisa dikatakan kompeten secara emosional, seseorang harus menguasai ketrampilan yang berhubungan dengan konteks social.

ü Menggunakan kosa kata untuk menguasai emosi,sensitive dan empati coping adaptif,mengatur emosi diri.

· Perkembangan emosi part II

Ø Masa bayi

ü Emosi primer

Meliputi:usia 3 bulan(senang,sedih ,jijik) , usia 2-6bulan(marah) , 6bulan pertama(terkejut,tertarik misalnya pada mainan dan warna terang) , 6-8 bulan.

ü Emosi yang disadari(memerlukan kognisi)

Meliputi:usia 1,5-2 tahun(empati , cemburu,bingung) dan usia 2,5 tahun(bangga , malu dan bersalah).

Mekanisme ekspresi emosi:berupa tangisan,senyuman dan ketakutan

Kamis, 29 April 2010

perkembangan kognitif dan bahasa pada anak-anak

Perkembangan kognitif dan bahasa pada anak-anak

Perkembangan bahasa

v Perkembangan bahasa pada bayi

§ bahasa ialah suatu system symbol yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain

§ bahasa dipengaruhi oleh :

Ø pengaruh biologis:meliputi evolusi biologis dan keterikatan biologis

Ø pengaruh perilaku dan lingkungan meliputi:

1) motherese:cara ibu dan orang dewasa sering berbicara pada bayi dengan frekuensi dan hubungan yang lebih luas daripada normal , dengan kalimat-kalimat yang sederhana.

2) Menyusun ulang (recasting):ialah pengucapan makna suatu kalimat yang sama atau yang mirip dengan cara yang berbeda , barangkali dengan mengubahnya menjadi suatu pertanyaan.

3) Menggemakan(echoing):ialah mengulangi apa yang anak katakana kepada anda,khususnya kalau perkataan itu adalah suatu ungkapan atau kalimat yang tidak sempurna.

4) Memperluas(expanding):ialah menyatakan ulang apa yang anak telah katakana dalam bahasa yang secara linguistic “canggih”.

5) Memberi nama(labelling):ialah mengidentifikasikan nama-nama benda

§ Bagaimana bahasa berkembang

Ø Beberapa tonggak sejarah perkembangan:beberapa tonggak sejarah dalam perkembangan bahasa bayi ialah mengoceh (3 hingga 6 bulan),kata pertama dipahami (6 hingga 9 bulan),pertumbuhan perbendaharaan kata yang diterima(mencapai 300 atau lebih kata pada usia 2 tahun),pelajaran pertama dipahami(9 bulan hingga 1 tahun),kata pertama diucapkan(10 hingga 15 bulan),dan pertumbuhan perbendaharaan kata yang diucapkan (mencapai 200 hingga 275 kata pada usia 2 tahun).

Ø Holofrase,cara berbicara yang bersifat telegrafis , dan pangjang rata-rata pengucapan:hipotesis holofrase menyatakan bahwa suatu kata tunggal sering digunakan untuk mengartikan suatu kalimat yang sempurna;ini menandai kata pertama bayi. Pada usia 18 hingga 24 bulan,bayi sering berbicara dalam pengucapan dua kata. Pembicaraan telegrafis ialah penggunaan kata-kata yang pendek dann tepat untuk berkomunikasi – ini menandai pengucapan dua kata oleh balita.

v Perkembangan bahasa pada masa anak-anak awal

§ Elaborasi tahap – tahap brown meliputi:

Ø Tahap 1(usia 12-26 bulan):perbendaharaan kata utamanya terdiri atas kata benda dan kata kerja , dengan sedikit kata sifat dan kata bantu.

Ø Tahap 2(usia 27-30bulan):kata-kata majemuk terbentuk secara tepat,kalimat khasnya ialah “boneka tidur” , “susu habis”.

Ø Tahap 3(usia 31-34bulan):pertanyaan – pertanyaan “ya-tidak” mulai muncul,kata negate digunakan dan juga kata penting atau iperatif juga digunakan. Kalimat khasnya seperti “susi tidak mau susu”.

Ø Tahap 4(usia 35-40bulan):suatu kalimat kadang terkait dengan kalimat lain.

Ø Tahap 5(usia41-46 bulan):kalimat sederhana dan hubungan proposisi terkoordinasi.

§ Perkembangan bahasa vygotsky

Ø Anak pada usia dini menggunakan bahasa untuk merencanakan membimbing dan memonotor perilaku mereka.

Ø Disini ada private speech:merupakan penggunaan bahasa untuk kemandirian pribadi.

Ø Private speech meliputi:

1) Berbicara dengan social atau dengan orang lain

2) Berbicara sendiri(usia 3-7tahun)

3) Eksternal(dimulai saat usia 7 tahun keatas):merupakan suatu yang tidak disadari dan merupakan suatu proses untuk mensistematiskan dan bukan sebuah kebiasaan.

4) Internal:contohnya ialah berpikir.

Ø Anak yang melakukan private speech lebih focus dan kinerja lebih baik daripada yang tidak.

v Perkembangan bahasa pada masa anak-anak pertengahan dan akhir

§ Perbendaharaan kata dan tata bahasa

Pada masa pertengahan dan akhir anak-anak ,anak-anak menjadi lebih analitis dan logis di dalam pendekatan kata-kata dan tata bahasa.

§ Membaca

Di dalam sejarah pembelajaran membaca,ada tiga teknik yang dominan:metode ABC , keseluruhan kata dan bunyi. Strategi teraru seringkali berfokus pada suatu kombinasi metode keseluruhan kata dan metode bunyi. Tetapi, membaca lebih dari sekedar penggabungan pendekatan ini. Memahami cara membaca yang baik memerlukan pertimbangan pemrosesan informasi.

§ Bilingualisme

Ini telah menjadi isu utama di sekolah-sekolah di amerika , yang mendebatkan cara terbaik untuk melaksanakan pendidikan bilingual. Tidak ditemukan dampak negative bilingualism , dan pendidikan bilingaual seringkali terkait dengan hasil – hasil positif, walaupun sulit dipastikan hubungan-hubungan kausal.

Perkembangan kognitif

v Perkembangan kognitif pada bayi

Terdapat ketetapan benda. Piaget berpikir bahwa ketetapan keberadaan benda adalah salah satu petunjuk perkembangan kognitif bayi. Pada percobaan pada salah seorang bayi laki-laki berusia 5 bulan yang diberi penglihatan atau ditunjukkan sebuah mainan boneka monyet-monyetan. Kemudian boneka itu diberi penghalang dengan harapan si anak ini tidak mencarinya. Kemudian penghalang tersebut dibuka kembali dengan boneka yang masih ada dihadapannya dan kejadian ini diulang berulang kali sehingga membentuk konsep piker dari si anak bahwa sebanyak apapun objek ditutupi tetapi akan tetap ada. Hal ini tergantung pula dari tahap pemikiran si anak,karena usia juga menentukan kapan permanensi objek ini berkembang.

v Perkembangan kognitif pada masa anak-anak awal

§ Perkembangan kognitif vygotsky

Ø Fungsi mental memiliki koneksi social yang artinya anak – anak dapat mengembangkan konsep lebih sistematis,logis dan rasional sebagai akibat pendampingan penolong yang ahli.

Ø Kuncinya ialah:orang yang ahli/instruktur terlatih,orang lain dan bahasa.

Ø ZPD(zone of proximal development)

ü Merupakan area dimana tugas terlalu sulit dikuasai sendiri sihingga diperlukan bantuan anak yang lebih terlatih atau dibimbing oleh orang dewasa sehingga materi dapat dipelajari.

ü Batas bawah ZPD:merupakan tingkat keahlian yang dimiliki anak secara mandiri. Anak bias menyerap informasi , tapi tidak bias membedakan suatu warna ketika dicampur sebagai contohnya. Sehingga dibutuhkan orang yang ahli untuk membantu mengklasifikasikannya.

ü Batas atasZPD:tingakt keahlian tambahan yang dimiliki anak dengan bantuan instruktur. Contohnya ialah anak yang mampu memisahkan warna /klasifikasi warna dengan bantuan orang yang ahli.

Ø Scaffolding

Merupakan perubahan tingkat dukungan pada si anak(semakin anak mampu, maka dukungan akan dikurangi). Contohnya ialah pada saat anak mulai belajar berjalan,kita sebagai orang tua member bantuan dengan cara memegangi kedua tangannya agar ia terbiasa untuk berjalan. Jika anak sudah terbiasa dengan hal itu tadi,kita mulai melepas satu tangannya kemudian berangsur –angsur menyuruhnya berjalan dengan pelan-pelan jika dirasa sudah cukup mahir.

Ø Dialog

Dialog penting dalam bimbingan agar dapat mempertemukan konsep yang kaya tapi tidak sistematis dengan bimbingan yang sistematis,logis dan rasional. Contohnya ialah ketika anak ingin mengambil piring ditempat yang tinggi,kita sebaiknya menawarkan bantuan apakah si anak ini ingin dibantu atau ingin melakukannya sendiri. Bentuk penawaran bantuan dapat berupa mengambilkan si anak ini kursi kecil agar ia dapat mengambil sendiri,bukan mengambilkan piringnya langsung dari rak.

v Perkembangan kognitif pada masa anak-anak pertengahan dan akhir

Piaget melihat tahap – tahap sebagai satu kesatuan struktur-struktur pemikiran. Namun neo –piagetians berpendapat bahwa suatu visi yang lebih akurat terhadap perkembangan kognitif anak meliputi lebih sedikit refrensi terhadap tahap – tahap besar,dan lebih menekankan peran – peran strategis,ketrampilan – ketrampilan,seberapa cepat dan otomatis anak –anak dapat memproses informasi,hakekat spesifik tugas kognisi anak-anak , dan pentingnya pembagian masalah – masalah kognitif anak-anak ke dalam langkah – langkah yang lebih kecil dan lebih teliti.